Tempat nongkrong anak2 BSI se-indonesia
 
IndeksIndeks  Portal*Portal*  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  LoginLogin  

Share | 
 

 Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
puteralauna
junior
junior


Jumlah posting : 64
Age : 25
Registration date : 05.11.08

PostSubyek: Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib   Thu 11 Dec - 10:22

Sorry nih Sobat-sobat BSI, g baru share lagi kemaren abis tepar.....ga enak badan abis kejar setoran sampe jam2 malam....cari tambahan...cetak sertifikat komputer sebanyak 44 LEmbar.....trus jadi sakit deh...sekarang sih udah agak baikan sih....ya sekarang g cuma mau kasih informasi aja....kalo udah dibaca silahkan kasih komentar ya....cuma jangan didebatin....ini hanya sekedar informasi....kalo mau tolong kasih masukan tentang apa yang bisa diambil nilai Plus nya dari Informasi dibawah ini, Thanks Ya.....


Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
________________________________________
aritz:
Judul : Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib
Penulis : Hyphatia Cneajna
Penerbit : Navila Idea, Yogyakarta
Tebal : xii + 192 halaman
Tahun Terbit : Agustus 2007
Harga : Rp. 29.500,-

Membaca buku setebal 192 halaman ini sangat menarik. Sampul bukunya berwarna coklat yang memudar menandakan aroma gothic yang begitu kental. Judul besarnya dengan embos warna merah menyala memang menarik mata untuk mengambilnya. Apalagi setelah membaca judulnya, Dracula. Memang awalnya akan mengira bahwa buku ini buku misteri seperti halnya buku tentang Dracula lainnya. Akan tetapi, judul kecil yang berbunyi "Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib", tentu segera membuat yang memegang buku ini ingin segara untuk membaca keterangan di sampul belakang. Setelah membaca kata demi kata di sampul belakang maka akan segera mengetahui bahwa buku ini berbeda dengan buku sejenis lainnya, semisal buku Dracula karya Bram Stoker.

Buku karya Hyphatia Cneajna ini—nama yang tentunya agak asing bagi telinga orang Indonesia ini—yang lengkapnya berjudul Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib, bukan karya fiksi, tapi buku sejarah. Mungkin saja karena selama ini kisah tentang Dracula sudah lekat dengan vampir yang haus darah, maka penerbit buku ini perlu menambahkan kalimat "Kisah Kebiadaban Count Dracula yang Disembunyikan Selama 500 Tahun". Memang buku ini buku sejarah yang membabar riwayat Vlad Tepes atau kemudian dikenal dengan nama Dracula secara mendetail.

Bab I, yang merupakan pendahuluan, memaparkan tentang latar belakang Perang Salib. Perang yang terjadi hampir selama 5 abad ini telah banyak memakan korban, baik dari pihak Kristen maupun Islam. Dalam babakan terakhir perang tersebut, kekuatan yang terlibat dalam pertempuran semakin mengerucut, yaitu Kerajaan Honggaria—sebagai wakil Kristen—melawan Kerajaan Turki Ottoman/Usmaniah— sebagai wakil Islam. Dalam situasi inilah Dracula dilahirkan.

Riwayat hidup Dracula dibahas secara mendalam dalam Bab II. Nenek moyong Dracula, Randu Negru, merupakan pendiri kerajaan Wallachia, sebuah kerajaan yang dibatasi oleh Sungai Danube dan Pegunungan Carphatia. Kalau dilihat dalam peta dunia saat ini, Wallachia menjadi bagian dari negara Rumania. Randu Negru kemudian beranak pinak di wilayah tersebut. Salah satu keturunannya adalah Basarab/Vlad Dracul—"Dracul" berarti "naga"— yang merupakan ayah Dracula. Dracula merupakan anak kedua dari Vlad Dracul. Dracula mempunyai nama asli Vlad Tepes. Nama Dracula sendiri berasal dari bahasa Rumania, Draculea. Akhiran "ea" dalam bahasa Rumania berarti "anak dari", jadi Draculea berarti anak dari Dracul.

Sebagai anak yang sering ditinggal ayahnya dalam keberbagai peperangan membuat Dracula tumbuh menjadi pribadi yang tidak bahagia. Ketidakbahagiaan ini semakin bertambah ketika pada umur 11/12 tahun ia harus menjadi tawanan Kerajaan Turki Ottoman. Walaupun di Turki ia diperlakukan dengan baik namun Dracula merasa bahwa dirinya telah dicampakkan dari masa kecil, kampung halaman, ibu serta keluarganya. Dari sinilah rasa dendam Dracula terhadap Kerajaan Turki Ottoman bermula.
Hampir selama 5 tahun Dracula berada di Turki. Ketika usinya beranjak 17 tahun ia dikirim oleh Kerajaan Turki Ottoman untuk mengisi kekosongan tahta Wallachia setelah kematian kakaknya. Tahta Wallachia pun akhirnya bisa ia duduki. Dan, sejak berkuasa inilah kekejaman Dracula mulai tampak. Selama masa pemerintahannya yang berlangsung hanya 6 tahun ia telah membantai kurang lebih 500.000 penduduk Wallachia. Tentu saja jumlah korban tersebut tidak bisa dikatakan kecil dalam konteks abad pertengahan.

Sebagian besar korban pembantaian Dracula dibunuh dengan cara yang keji. Sebelum dibunuh mereka disiksa terlebih dahulu. Macam-macam penyiksaan Dracula tersebut dibahas dalam Bab III buku ini. Metode penyiksaan yang digunakan Dracula untuk menyiksa korban-korbannya antara lain penyulaan, merebus korban hidup-hidup, memaku kepala korban, menjerat leher korban, merusak organ vital perempuan, dan beberapa metode penyiksaan lain yang tak kalah kejam. Di antara metode penyiksaan tersebut penyulaan merupakan yang paling terkenal. Penyulaan merupakan penyiksaan dengan cara memasukkan kayu—sebesar lengan tangan orang dewasa yang telah dilancipkan ujungnya—ke dalam anus. Setelah sula masuk kemudian tubuh korban dipancangkan sehingga kayu sula terus masuk menembus tubuh korban hingga tembus ke bagian leher, punggung, atau kepala. Biasanya penyiksaan semacam ini dilakukan oleh Dracula secara massal, sehingga sekali melakukan "upacara" penyulaan jumlah korbannya bisa mencapai 2.000
orang.

Di antara korban-korban Dracula sebagian besar adalah umat Islam. Siapa saja umat Islam yang menjadi korban Dracula dijelaskan dalam Bab IV. Hyphatia memperkirakan jumlah korbannya mencapai 300.000 orang. Mereka ini sebagian besar merupakan pendukung Kerajaan Turki Ottoman yang berada di wilayah Wallachia. Sebagian besar korban tersebut dibunuh dengan cara disula, sebagian yang lain dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup, diracuni dan disiksa dengan cara yang lain. Masa inilah dikenal di Wallachia sebagai masa teror yang paling mengerikan.

Masa teror terhadap umat Islam dan penduduk Wallachia baru berakhir ketika Dracula terbunuh. Tentang di mana Dracula terbunuh dan kuburannya dipaparkan di Bab V. Dalam bab ini didedah segala mitos yang melingkupi Dracula, termasuk kuburan Dracula yang setelah digali ternyata tak ada jasadnya lagi. Pun, dibahas tentang kematian-kematian misterius yang menimpa penduduk Wallachia dan sekitarnya setelah kematian Dracula, yang konon kabarnya kematian tersebut ada hubungannya dengan Dracula.
Segala bentuk kekejaman Dracula yang dipaparkan dalam bab demi bab buku ini masih tertutupi hingga kini. Sampai saat ini Dracula lebih dikenal sebagai vampir yang haus darah daripada pembunuh berdarah dingin. Hal ini terjadi karena Barat memang berusaha mengaburkan kisah hidup Dracula yang sesungguhnya. Mengapa Barat berusaha keras menyembunyikan jadi diri Dracula? Apa hubungan Dracula dengan bawang putih dan salib dalam konteks penjajahan sejarah? Mengapa pembunuh Dracula yang sebenarnya tidak banyak ditampilkan? Semua jawaban dari pertanyaan-pertanya an tersebut diuraikan dengan tuntas oleh Hyphatia di Bab VI karyanya.

Buku karya Hyphatia Cneajna ini menarik karena dua hal. Pertama, buku ini menampilkan fakta-fakta yang belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Pada saat membacanya segala fakta-fakta yang ada dalam buku ini ibarat tamparan yang membuat kita sadar bahwa selama ini sosok Dracula merupakan sosok nyata yang kemudian lebih dikenal sebagai sosok fiski. Kedua, buku ini mengajak kita untuk selalu kritis terhadap sejarah. Sebuah sejarah yang seakan-akan sudah menjadi kebenaran ternyata seringkali berisi kebohongan-kebohong an. Dengan dua kelebihan ini—dan tentunya dengan kekurangan yang ada di dalamnya—buku ini layak dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat.[*]


(Makalah ini disampaikan dalam bedah buku
"Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang
Salib" di auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM)
Oleh: Ragil Nugroho
Membongkar Sebuah Kebohongan
Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh
bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang
dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu
fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah
menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan
kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi
menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram
Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya
kemudian semakin dikaburkan lewat film-film
seperti Dracula's Daughter (1936), Son of Dracula
(1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu
(1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan
film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.
Lantas, siapa sebenarnya Dracula itu?
Dalam buku berjudul "Dracula, Pembantai Umat
Islam Dalam Perang Salib" karya Hyphatia Cneajna
ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam
buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan
pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam
uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa
dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang
Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan
antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil
Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil
Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut
berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan
wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang
berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari
peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel-
benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.
Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula
merupakan salah satu panglima pasukan Salib.
Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan
pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia
memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula
mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban
tersebut dibunuh dengan berbagai cara-yang
cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat
biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku
kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula.
Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat
kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus
dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa
yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah
ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula
menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala.
Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika
penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:
"Ketika matahari mulai meninggi Dracula
memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para
prajurit melakukan perintah tersebut dengan
cekatakan seolah robot yang telah dipogram.
Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan
jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru
tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini
sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu
mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat
kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami."
Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban
penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan
pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:
"Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi
karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula
menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban
itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal."
Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas
itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat.
Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua
sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan
Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan
dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada
masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan
Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang
getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol
Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal
ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin
menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan
bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula
maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya.
Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih
menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar
sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil
sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan
kelemahannya.
Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat
terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya
Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas,
baik lewat karya fiksi maupun film, mereka
berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang
sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha
Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta
menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran
keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa
banyak masyarakat-khususny a umat Islam
sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya
Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa
dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka
mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa
penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari
penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa
Dracula merupakan vampir yang haus darah.
Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh
Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna
salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah
umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang
telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari
dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya
hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan
takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia
pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk
menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan
dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas
mereka.
Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh
Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di
Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang
Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang
sekaligus penakluk Dracula. Ialah yang telah
mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi
Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha
dimungkiri oleh Barat. Mereka berusaha agar
merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka
diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya
bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini
selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud
II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa
merekalah yang paling superior, yang bisa
mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali
lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.
Selain yang telah dipaparkan di atas, buku
"Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang
Salib" karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat
hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum
banyak diketahui oleh masyarakat secara luas.
Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat
ini belum terungkap dengan jelas, keturunan
Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula
yang lainnya.
Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik
suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah
tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan
yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll.
Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan
sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita
akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu,
sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang
amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam
penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia
ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa
dijadikan pengingat agar kita selalu kritis
terhadap sejarah karena ternyata penjajahan
sejarah itu begitu nyata ada di depan kita. [*]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.natnit.net/warnet/azzraweb
thepresident
Admin
Admin


Jumlah posting : 759
Age : 24
Location : di posisi yg baik, walau menurut gw ini bukan yg terbaik
Registration date : 19.11.07

PostSubyek: Re: Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib   Fri 12 Dec - 14:01

Shocked Shocked Shocked


SARA..!!
sory gw lock y..

_________________
AYO JADIKAN BSI LEBIH BAIK DARI HARI INI!!!

Dear God, Please Dump My Love For Her
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
puteralauna
junior
junior


Jumlah posting : 64
Age : 25
Registration date : 05.11.08

PostSubyek: Uuuups....   Mon 15 Dec - 10:02

Tergantung pemikiran kita juga sih mr.president.....kalau menurut g sih ga sara...tapi hanya fakta sejarah...hanya sekedar indormasi saja...kalau memang ini sara...what ever deh di Lock juga ga apa-apa ko....kalau orang yang bijak....informasi ini kan bisa kita ambil positifnya....jangan ambil negatifnya ok....thanks....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.natnit.net/warnet/azzraweb
Sponsored content




PostSubyek: Re: Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib   Today at 19:06

Kembali Ke Atas Go down
 
Vlad Dracul,Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» MITOS DI MASYARAKAT
» Alutista angkatan perang Indonesia ternyata yang terkuat di Asia...
» WTA >> cara pasang plat no di dalam windshield
» Tugas Multimedia Dalam Jaringan IPTV (21 - 11 - 2013)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
BSI COMMUNITY :: COMMUNITY :: The lounge-
Navigasi: